Hama Kecoa

Perilaku Kecoa

Kecoa adalah serangga kosmopolitan dan merupakan binatang malam yang sangat senang akan tempat-tempat lembab, kotor, dan banyak terdapat sisa makanan. Tempat hidup kecoa antara lain: celah-celah di sekitar pembuangan air limbah, di dapur, tempat pembuangan sampah, gudang makanan, lemari makan atau di toilet. Kecoa sangat cepat perkembangbiakannya, pertahunnya seekor kecoa betina dapat menghasilkan 4-8 Ootheca dan satu kapsul telur (Ootheca) kecoa dapat menampung 38-42 telur kecoa.

Jenis Kecoa :

  1. Kecoa Amerika (Periplaneta americana)
  2. Kecoa Jerman (Blatella germanica)
  3. Kecoa Timur (Blatta orientalis)
  4. Kecoa Bergaris Strip Coklat 2 (Supella longipalpa).

Masalah yang di timbulkan :

  1. Merupakan vektor pembawa penyakit seperti : diare, keracunan makanan akibat bakteri Staphylococcus sp.,dll
  2. Indikator kurang baiknya sanitasi di tempat tersebut.

Pengendalian :

Hama kecoa adalah hama yang cenderung sulit dieliminasi karena lokasi manifestasi yang tersembunyi dan jumlah kecoa baru dalam setiap perkembangbiakaanya sangat tinggi. cara pengendalian kecoa yang biasa dilakukan oleh team MOUSKA antara lain:

  1. Penyemprotan secara “Knock Down Effect” biasanya ditujukan ke tempat -tempat yang tertutup atau agak tertutup misalnya dengan fogging (pengasapan) atau dengan spraying (penyemprotan).
  2. Penyemprotan secara “Residual Effect” bertujuan untuk meninggalkan residu ditempat-tempat tertentu yang biasa dilalui atau dijadikan tempat berkembangbiak, misalnya dengan perlakuan spraying atau tracking powder.
  3. Dusting dengan cara memberikan bubuk beracun ketempat-tempat istirahat atau persembunyian kecoa seperti celah-celah atau lubang-lubang di dinding, pinggir lantai dan dinding, belakang lemari, dan diatas langit-langit.
  4. Vacum, perlakuan penyedotan dengan alat vakum yang mempunyai kekuatan yang besar pada kecoa yang sedang
  5. Pengumpanan berupa makanan yang berbentuk gel yang sudah mengandung bahan kimia, tetapi tidak membuat kecoa menjadi jera atau menghindar
  6. Traping yaitu perlakuan dengan menggunakan lem atau jebakan yang dapatmembuat kecoa terperangkap. Contoh : lem

Umumnya kecoa telah resisten terhadap insektisida golongan organoklorin, seperti DDT. Oleh karena itu disarankan untuk tidak menggunakan insektisida jenis golongan ini. Insektisida yang paling efektif digunakan saat ini adalah dari golongan sintetic pyrethroid seperti permethrin, cyhalothrin, deltamethrin, cypermethrin. Dari golongan organofosfat seperti fenthion, chlorpyrifos, fenitrothion, dan dari golongan karbamat seperti propoxur, bendiocarb, dan BPMC