Rodent Control

Rodent Control

  • Fast Respon 081297111907

Mengenai Tikus :

Perilaku Tikus :

Salah satu kebiasaan tikus yang merugikan adalah mengasah gigi depannya agar tidak tumbuh menembus rahangnya. Hal ini dapat dilakukan pada kabel-kabel listrik atau komputer, pintu yang terbuat dari kayu, pipa air, pipa listrik dll, dimanapun ia bisa mengerat, maka ia akan mengerat. Bahkan ia dapat membuat lubang yang dapat merusak pondasi rumah.

Perilaku lain dari tikus adalah bait shyness, kecurigaannya terdapat hal yang baru, sehingga tikus tidak mudah dijebak atau diberi racun bila mereka melihat bahwa tikus lainnya mati karena memakan racun tersebut seketika. Selain itu tingkat adaptasi tikus sangat tinggi, sehingga penggunaan elektromagnet untuk mengusir tikus hanya akan efektif untuk beberapa saat saja.

Dalam kondisi ideal, sepasang tikus dapat berkembang biak menjadi 2.000 ekor per tahun. Faktor yang sangat berpengaruh dalam pengembang biakan tikus

adalah makanan. Mencari makan pada malam hari dengan mengandalkan indera peraba dan penciumannya. Makanan favorit tikus adalah biji-bijian. Kerugian materi dan bahaya penyakit yang dapat ditimbulkannya, merupakan hal yang perlu dipertimbangkan untuk mengendalikan keberadaannya.

Jenis Tikus

Terdapat tiga spesies yang umum yaitu:

  1. Tikus Atap (Rattus rattus),
  2. Tikus Rumah (Mus musculus)
  3. Tikus Got (Rattus novergicus)

Masalah yang ditimbulkan

  1. Merupakan vektor dari penyakit-penyakit yang membahayakan, seperti : Pes, Salmo-nellosis (meracuni makanan dengan kotorannya), Leptospirosis (terinfeksi penyakit oleh tikus, ketika berenang atau mandi dengan air tercemar), demam yang disebabkan oleh gigitan tikus, dll.
  2. Keberadaannya mengganggu kehidupan manusia, khususnya keratan gigi depannya.
  3. Indikator kurang baiknya sanitasi di tempat tersebut.

.

Pengendalian

Dilakukan dengan cara memperbaiki sanitasi serta mereduksi shelter tikus seminimal mungkin. Aktivitas yang dilakukan adalah :

• Rodent proofing – mengubah struktur bangunan sehingga tikus tidak dapat masuk ke dlm bangunan.
• Trapping – menggunakan perangkap atau lem untuk menangkap tikus.
Trapping dapat digunakan untuk :
1. Area dimana bangkai tikus tidak bisa ditolerir
2. Area dimana penggunakan chemical tidak diperkenankan
3. Untuk membersihkan tikus yang masih tersisa akibat ”bait shyness” sesudah program baiting

Chemical control
Dilakukan dengan menggunakan bahan chemical yaitu berupa blok dan racikan, berbahan aktif brodifacoum & coumatetralyl, aman terbukti ampuh mengeliminasi 100% tikus Rattus rattus & Ratus norvegicus & Mus musculus, aplikasi cepat, bersih, tidak berbau, tidak mengkontaminasi & tidak mengganggu aktivitas

Umpan Rodentisida
Pada awalnya penggunaan rodentisida berupa tradisional acute single-dose poison (arsenic dan thallium). Karena bahan tersebut butuh waktu hanya sekali untuk dimakan dan sangat beracun bahkan  terhadap hewan non-target, maka penggunaannya sangat dibatasi dan diganti dengan bahan-bahan  alternatif yang daya racunnya lebih sedikit.

 Tracking Powders Dan Gel
Beberapa rodentisida termasuk yang multiple-dose anticoagulant bisa didapatkan dalam bentuk dust/powder atau gel formulasi yang cocok digunakan sebagai tracking powder atau gel. Apabila ditempatkan pada lokasi yang biasa dilalui tikus, seperti jalan tikus, lubang atau di bawah bait station, maka racun tersebut akan terbawa oleh telapak kaki tikus. Untuk selanjutnya racun itu akan termakan oleh tikus, karena tikus mempunyai kebiasaan membersihkan kakinya.